Senin, 23 November 2009

PUISI NEIN LEWO GOEN

Tobo dein
atek huran
sain senai beten dein liko lapak kame
pe dein
laran nama
koda kenirin dore kola kame

miten menuren
angin wulan warant
tonga gelinge koda kenirin genato hae
marin maen nala hamu kame pia

kaan mekan tali tobi wain
otek onek peroin perokot
gilo gerek tali wai polo taan mae berua

pe rae koli leren pukon tou
pe wato netak goe kaan kantar peten lewo
Pali wali goen doan jaha kae
doan marin dahe gete
koda kame sampe hala
ekan onem kuran
ekan onem bekel
Lewo goen...dore jaga ne kolak goen berua...


Thks Jesus
HEGE ATA LIMAN PAS PEHEN LARANTUKA

Goe bain rae lewo hau marin bain tene muri rae perae pile Bupati huun .Weken kaen kia tobo gete wekik HEGE ATA LIMAN PAS PEHEN LARANTUKA.Tenuen koda kenirin nolon "moe inem anem tenaken hepat teger ekan suo loute pe laran hau "Koda piin naan marin teti weken kaen" Moe hege ata tou ne berani dein marin goe piin pas pehen Larantuka"Atake diken pi wi benisan alant aja jaha kae.Wekenkaen petutuk koda raan benisan hala amu kae.Tite weken kaen mesi gete onot aten titen ..."pukon a naan ne ....luron laran titen nekun rua hena ..rae marin persisan teti Jawan umur nae abad 5 kae.Jadi goe gete maka abad lema kae we di taan tali laran aja muri bisa hala kae...pukon ile letu laran,pukon tahik liko lapak...weken kaen KULU MUDU alat hamu..petutuk propaganda aja jaha,nekun raik kerian a ne,nekun raan tobo te kursi di wejun uok hena .Pikiran kerian huun tenake,nekun tobo jaga hode gaji hena.Tite piin tawa te ga ne,otak kebuku nala naen...rae marin naran raen bele jaha,bele sai te ga,Larantuka ulin hama ne we ke we,ato tite tait pi dopa rae ile kolan papan,onot sama dote,Tite kia marin rae rae kola wahan,rae pelau eret dien di ketun wati more maka tite rae ile kolan papan.

Piin tali elen muri kalo tite pile ata kediken dore parte A,parte B,kia meten helut lewo tana.Hege ata yang bisa dein marin "goe piin kolongpohong hala" baru tite pile nae jadi kepala Larantuka.Rae pe tenuen nolon peen ekan di pile muri,seba kemamu beten,nae ne koda kenirin,kerian ,nete ana ono suku hala,kerian buun bain noko legulon...EKAN MARIN MIO PE RAE LEWO TANA GEHIK MAAN LARANTUKA METEN TALI MAE HALA,DEIN LEGU LEJA KELOHOK KELOHOK LEWO TANA....GOE JAGA HEGE ATA NE INEN ANEN NOON PE HAU PEHEN LARANTUKA......

Sabtu, 21 November 2009

KODA ATA KELAKE

Basa piin kia tite yang beten tawa gere toir ke tun hala nekun taan polo toi hena tutu dore pain berua kia a hala sebole.Koda kenirin piin tutu marin pe onen basa adat.Goe bain di nekun ketuun hala.Goe morit te uli wohon hamu taan marin taan be ge nai di koi ketun hala.

Haek ke kaka arin sempa basa koda kenirin goen piin sudi onem tulis marin kame ana menuren tawa gere wi ka.

Rae lewo tana peen niku atak kediken tene hena naan tobo tutu koda ata kelake,ata ke diken gampa hala.Rae marin koda pelatin weli ape luran onen pai.

Tiu tia bosu nona kaka arin weken kaen ,leron tou goe balik rae kodi gete mio kaan ketun polo bisa marin ata kediken weken kaen getan......

Sabtu, 14 November 2009

TETI KOWA LOLON

Jangan Menangis Mama

Bu Sally segera bangun ketika melihat dokter bedah keluar dari kamar operasi .
Dia bertanya dengan penuh harapan:
Bagaimana anakku? Apakah dia dapat disembuhkan?
Kapan saya boleh menemuinya?
Dokter bedah menjawab, "Saya sudah berusaha sebaik mungkin, tapi
sayangnya anak ibu tidak tertolong"
Bu Sally bertanya dengan hati remuk, "Mengapa anakku yang tidak berdosa bisa terkena kanker? Apa Tuhan sudah tidak peduli lagi?
Di mana Engkau Tuhan ketika anak laki-lakiku membutuhkanMu? "
Dokter bedah bertanya, "Apa Ibu ingin bersama dengan anak ibu selama beberapa waktu?
Perawat akan keluar untuk beberapa menit sebelum jenazahnya dibawa ke universitas. " Bu Sally meminta perawat tinggal bersamanya saat dia akan mengucapkan selamat jalan kepada anak lelakinya. Dengan penuh kasih dia mengusap rambut anaknya yang hitam itu.

"Apa ibu ingin menyimpan sedikit rambutnya sebagai kenangan?" perawat itu bertanya.
Bu Sally mengangguk. Perawat memotong sedikit rambut dan menaruhnya di dalam kantung plastik untuk disimpan.
Ibu Sally berkata, Jimmy anakku ingin mendonorkan tubuhnya untuk
diteliti di Universitas. Dia mengatakan mungkin dengan cara ini dia
dapat menolong orang lain yang memerlukan.
"Awalnya saya tidak membolehkan tapi Jimmy menjawab, 'Ma, saya kan sudah tidak membutuhkan tubuh ini setelah mati nanti. Mungkin tubuhku dapat membantu anak lain untuk bisa hidup lebih lama dengan ibunya.. "
Bu Sally terus bercerita, "Anakku itu memiliki hati emas. Jimmy selalu
memikirkan orang lain. Selalu ingin membantu orang lain selama dia bisa melakukannya. "

Bu Sally meninggalkan rumah sakit setelah menghabiskan waktunya selama enam bulan di sana untuk merawat Jimmy...
Dia membawa kantung yang berisi barang-barang anaknya. Perjalanan pulang sungguh sulit baginya. Lebih sulit lagi ketika dia memasuki rumah yang terasa kosong.
Barang-barang Jimmy ditaruhnya bersama kantung plastik yang berisi
segenggam rambut itu di dalam kamar anak lelakinya.
Dia meletakkan mobil mainan dan barang-barang milik pribadi Jimmy,
anaknya, di tempat Jimmy biasa menyimpan barang-barang itu.
Kemudian dibaringkan dirinya di tempat tidur.Denganmembenamkan
wajahnya pada bantal, dia menangis hingga tertidur.. Di sekitar tengah malam, bu Sally terjaga. Di samping bantalnya terdapat sehelai surat yang terlipat.

Surat itu berbunyi:
"Mama tercinta,
Saya tahu mama akan kehilangan saya; tetapi saya akan selalu mengingatmu ma dan tidak akan berhenti mencintaimu walaupun saya sudah tidak bisa mengatakan 'Aku sayang mama'.
Saya selalu mencintaimu bahkan semakin hari akan semakin sayang padamu ma. Sampai suatu saat kita akan bertemu lagi. Sebelum saat itu tiba, jika mama mau mengadopsi anak lelaki agar tidak kesepian, bagiku tidak apa-apa ma . Dia boleh tidur di kamarku dan bermain dengan mainanku. Tetapi jika mama memungut anak perempuan, mungkin dia tidak melakukan hal-hal yang dilakukan oleh kami, anak lelaki. Mama harus membelikannya boneka dan barang-barang yang diperlukan oleh anak perempuan. Jangan sedih karena memikirkan aku ma. Tempat aku berada sekarang begitu indah. Kakek dan nenek sudah menemuiku begitu aku sampai di sana dan mereka menunjukkan tempat-tempat yang indah. Tapi perlu waktu lama untuk melihat segalanya di sana .
Malaikat itu sangat pendiam dan tampak dingin.. Tapi saya senang
melihatnya terbang. Dan apa mama tahu apa yang kulihat? Yesus tidak terlihat seperti gambar-gambar yang dilukis manusia. Tapi, ketika aku melihat-Nya, aku yakin Dia adalah Yesus. Yesus sendiri mengajakku menemui Allah Bapa! Tebak ma apa yang terjadi? Aku boleh duduk di pangkuan Bapa dan berbicara dengan-Nya seolah-olah aku ini orang yang sangat penting.
Aku menceritakan kepada Bapa bahwa aku ingin menulis surat kepada mama untuk mengucapkan selamat tinggal dan kata-kataku yang lain. Namun aku sadar bahwa hal ini pasti tidak diperbolehkan- Nya. Tapi mama tahu, Allah sendiri memberikan sehelai kertas dan pensil-Nya untuk menulis surat ini kepada mama.

Saya pikir malaikat Gabriel akan mengirimkan surat ini kepadamu ma.
Allah mengatakan akan menjawab pertanyaan mama ketika mama bertanya 'Di mana Allah pada saat aku membutuhkan- Nya?' Allah mengatakan Dia berada bersama diriku seperti halnya ketika putera-Nya Yesus disalib.

Dia ada di sana ma, dan dia selalu berada bersama semua anak.
Ngomong-ngomong, tidak ada orang yang dapat membaca apa yang aku tulis selain mama sendiri. Bagi orang lain, surat ini hanya merupakan sehelai kertas kosong. Luar biasa kan ma? Sekarang saya harus mengembalikan pensil Bapa yang aku pinjam..

Bapa memerlukan pensil ini untuk menuliskan nama-nama dalam Buku Kehidupan.. Malam ini aku akan makan bersama dengan Yesus dalam perjamuan-Nya. Aku yakin makanannya akan lezat sekali...
Oh, aku hampir lupa memberitahukanmu ma. Aku sudah tidak kesakitan lagi. Penyakit kanker itu sudah hilang. Aku senang karena aku tidak tahan merasakan sakit itu dan Bapa juga tidak tahan melihat aku kesakitan.

Itulah sebabnya mengapa Dia mengirim Malaikat Pembebas untuk
menjemputku. Malaikat itu mengatakan bahwa diriku merupakan kiriman istimewa! Bagaimana ma?
Salam kasih dari Allah Bapa, Yesus & aku. (Setan akan menghalangi surat ini)
Sempatkan diri anda selama 60 detik saja untuk meneruskan surat ini dan anda akan menyelamatkan banyak orang yang percaya untuk saling
mendoakan. Kemudian heninglah sebentar dan rasakan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam hidup anda agar anda melaksanakan perbuatan yang dikehendaki oleh Bapa "Ketika anda jatuh, Tuhan akan membangkitkan anda."

Kirim surat ini.

Judul: Kisah ini sungguh indah! Cobalah jangan menangis.
Kirimkan surat ini kepada 10 orang dalam tempo 2 menit dan anda melihat
bagaimana Roh Kudus menerangi hidup anda dalam tempo 1 jam. "

Amin....


"~Tuhan memberkati anda ~

Senin, 09 November 2009

Kemamu kebarek
murawana
Suka wekik
Genato salam
sobak
Rekadu
Hono ape
Roho robak
Ape dapo
Sepi sira tahan
Sapu tangan benutak bolo
Tutu koda geto
Baca naran
Weli witi bala
Petutu koda ikit waat
Bala robun
Bala ganti ilu
opu
Belake
Koda wahank
Pana hua malu
Rengki rentu
Soka selen mura ae
Gong genda
Lamak
Wawe wora
Wawe selin
Ema rekadu bapa rekadu
Tobo ohan
Witi
Leba bala
Lui e
Kewatek senai
Hone tenda
Ana suku maso lango
Loma

Goe ne wekik goen

  Nolon kene mor pa goen marin 'ekan manja wekim moen bain,moe ata kaya rayan hala' Koda piin goe kete sain pali wali . Ata iker tur...